6 Fakta Brian Edgar Nababan, Tersangka Baru di Kasus Indra Kenz

Jakarta – Brian Edgar Nababan membuntuti Indra Kenz sebagai tersangka dalam kasus aplikasi Binomo. Diketahui, Brian ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri sejak Jumat (1/4) lalu.
“Sudah ditetapkan tersangka atas nama Brian Edgar Nababan, kemudian dilakukan penyidikan sebagai tersangka pada 1 April 2022,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan. , Minggu (3/4/2022).

Atas perbuatannya, Brian dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat 2 dan atau Pasal 45 A ayat (1) jo 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP.

Berikut sejumlah fakta yang bisa dirangkum terkait penetapan Brian Edgar Nababan sebagai tersangka Binomo:

Rekam Jejak Brian
Whisnu mengatakan Brian adalah lulusan salah satu universitas di Rusia. Setelah lulus dari perguruan tinggi, Brian mendaftar ke perusahaan Rusia yang terkait dengan Binomo.

“Brian Edgar Nababan belajar di Rusia sejak 2014 lalu pada Oktober 2018. Terdaftar di perusahaan Grup 404 Rusia yang memiliki kerjasama khusus dengan Binomo,” kata Whisnu.

Di perusahaan, Brian menjabat sebagai Platform Dukungan Pelanggan untuk Binomo. Pada tahun 2019, Brian ditunjuk sebagai Manajer Pengembangan untuk Binomo.

“Tersangka diterima sebagai Customer Support Platform Binomo. Sejak Februari 2019 Brian ditunjuk sebagai Development Manager Binomo,” kata Whisnu.

Brian Ditangkap oleh Bareskrim
Setelah ditangkap, penyidik ​​memutuskan untuk menahan Brian. Dia ditahan selama 20 hari berikutnya mulai 1 April 2022.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, penyidik ​​akan melakukan penahanan selama 20 hari ke depan mulai 1 April 2022 dan telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh pihak Puskesmas,” jelas Whisnu.

Satu Unit Laptop Disita
Whisnu menjelaskan, pihaknya juga menyita barang bukti dari penangkapan Brian. Satu unit laptop Brian disita penyidik.

“Yang disita penyidik ​​dari tersangka berupa 1 buah laptop,” kata Whisnu.

Peran Brian
Whisnu kemudian membeberkan peran Brian dalam kasus aplikasi Binary Option Binomo. Selama menjabat sebagai Binomo Development Manager, Brian berperan dalam menawarkan influencer Indonesia untuk menjadi afiliasi Binomo.

“Bertugas menawarkan influencer Indonesia untuk menjadi afiliasi Binomo dengan sistem bagi hasil,” jelas Whisnu.

Berikan Rp 120 Juta kepada Indra Kenz
Dalam penyelidikan penyidik, ternyata Brian telah memberikan uang senilai Rp. 120 juta untuk Crazy Rich Medan yang juga menjadi tersangka kasus Binomo, Indra Kenz atau Indra Kesuma. Namun, hingga saat ini motif Brian memberikan uang kepada Indra Kenz belum terungkap.

“Tersangka juga mengirimkan dana Rp 120 juta kepada tersangka Indra Kesuma pada Februari 2021. (Motifnya) masih dalam penyelidikan,” kata Whisnu.

Dugaan Korban Binomo
Korban aplikasi Binomo mengapresiasi penetapan Brian sebagai tersangka. Namun, korban menduga ada orang lain yang lebih berpengaruh di balik Brian.

“Kami menduga bukan hanya BEN yang terlibat. Kami menduga ada orang yang lebih berpengaruh di balik BEN ini,” kata pengacara korban binomo, Finsensius Mendrofa.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :