9 Perkara yang Membatalkan Puasa Ramadan

Jakarta, – Puasa bukan hanya momentum untuk meningkatkan pahala. Tetapi pada saat yang sama, Anda harus mampu menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa Anda.
Agar puasa berjalan lancar dan tidak sia-sia, umat Islam perlu mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Ingatlah bahwa selama berpuasa, kita harus bisa mengendalikan diri dari segala sesuatu yang merusak pahala bahkan membatalkannya.

Ada sabda Nabi yang menjelaskan bahwa masih banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan pahala. Inilah yang dikatakannya:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش

Artinya: Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga. (HR An-Nasa’i).

Merujuk pada kitab Fath al-Qarib, di bawah ini ada beberapa hal yang dapat membatalkan puasa.

1. Haid

Haid dan nifas yang sering dialami oleh wanita merupakan alasan atau penghalang, sehingga membatalkan puasa.

Orang yang mengalami haid dan nifas wajib mengqadha di luar puasa Ramadhan atau membayar fidyah sebagai gantinya.

2. Berjimak

Melakukan hubungan seksual dengan pasangan dengan sengaja atau dengan menggunakan jimat juga batal dan puasa orang tersebut dianggap tidak sah.

Bentuk santunan harus puasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, maka wajib memberi makan 60 orang miskin dengan masing-masing tiga perempat liter beras.

3. Gila

Kondisi gila atau junun yang dialami seseorang saat di tengah puasa dianggap tidak sah.

Kondisi orang tersebut diasumsikan telah kehilangan akal sehingga hukum puasa yang dijalankannya tidak sah.

4. Murtad saat berpuasa

Begitu juga dengan orang murtad ketika berpuasa. Itulah keluarnya seseorang dari ajaran Islam.

Selain secara eksplisit membatalkan puasa, orang tersebut harus segera mengucapkan syahadat dan kemudian mengqadha puasanya.

5. Muntah yang disengaja

Muntah dengan sengaja merupakan salah satu hal yang membatalkan puasa. Misalnya, dengan sengaja memasukkan benda ke dalam mulut yang memicu mual lalu muntah.

Apalagi jika sisa muntahan itu sengaja dimasukkan kembali ke dalam mulut, maka dipastikan puasanya batal.

6. Keluar air mani

Keluarnya air mani atau sperma bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti masturbasi, hingga bermesraan dengan pasangan meski tidak berhubungan seks.

Jika dilakukan dengan sengaja, hukumnya jelas membatalkan puasa. Kecuali jika Anda mengalami mimpi basah karena tidak sadar, maka puasanya tetap sah.

7. Memasukkan obat ke dalam dubur dan qubul

Menjalani pengobatan dengan memasukkan benda asing atau obat-obatan ke salah satu dari dua cara, yaitu qubul dan anus, dianggap membatalkan puasa.

Misalnya penderita wasir dan penyakit lain yang membolehkan penggunaan kateter urin, dua hal yang membuat puasa tidak sah.

8. Melakukan pekerjaan yang membatalkan puasa

Menggunjing, membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, berbicara kotor, riya, membuat sumpah palsu, adalah bagian dari pekerjaan yang membatalkan puasa.

Selain itu puasa orang tersebut tidak sah, perilakunya juga menghilangkan pahala puasa sehingga menjadi sia-sia.

9. Berbuka puasa dengan sesuatu yang haram

Yang membatalkan puasa berikutnya adalah berbuka dengan makanan atau minuman yang haram.

Puasa orang tersebut bisa jadi batal. Selain itu, pahala puasanya hilang dan berdampak pada ibadah berikutnya menjadi berat.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :