92.668 Jemaah Haji Indonesia Siap Melaksanakan Wukuf di Padang Arafah

Wukuf di Arafah merupakan rangkaian puncak ibadah haji yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah 1443 Hijriah atau bertepatan dengan hari Jumat, 8 Juli 2022.

Hari ini, Kamis 7 Juli 2022, sebanyak 92.668 jemaah haji Indonesia yang terdiri dari 98,6 persen belum pernah haji, 55,6 persen jemaah haji perempuan, dan 44,4 persen jemaah haji pria mulai berangkat.

Jamaah haji yang diberangkatkan menggunakan bus, pemberangkatan dibagi menjadi tiga perjalanan, mulai pukul 07.00 WIB hingga terakhir pukul 17.00 WIB.

Cuaca di Makkah mendung dengan suhu berkisar 52 derajat Celcius pada Kamis 7 Juli 2022, cuaca cukup panas, para jamaah agar menjaga stamina, banyak minum air putih agar tidak dehidrasi dan haus.

Di lapangan Arafah, para petugas haji beserta sarana dan prasarana termasuk obat-obatan yang dibutuhkan jemaah sudah siap menunggu kedatangan seluruh jemaah.

Semua jamaah mengikuti prosesi wukuf di Arafah selama perjalanan ke lapangan Arafah. Jamaah haji dianjurkan untuk membaca talbiyah, tahlil dan takbir.

Dalam perjalanan menuju lapangan Arafah, peziarah berhenti di Namirah atau sebuah bukit di luar tempat wukuf.

Wukuf akan dimulai pada tanggal 9 Dzulhijjah setelah shalat dzuhur dan ashar secara taqdim pada tanggal 8 Juli, sampai matahari terbenam.

Setelah sholat Dzuhur dan Ashar secara taqdim, jamaah akan mendengarkan khutbah Arafah dari seorang imam, kemudian setelah itu jamaah dihimbau untuk sholat, berdzikir dan membaca Alquran.

Sholat di lapangan Arafah merupakan sholat yang paling utama, sebagaimana hadits Nabi SAW:

“Sebaik-baik doa adalah doa di hari Arafah dan sebaik-baik doa yang dibaca olehku dan para nabi sebelumku adalah laa ilaha illallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir”.(HR Tirmidzi).

Selanjutnya, menjelang malam jemaah akan menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam sambil mengambil batu untuk dibawa ke Mina dan di gunakan untuk melempar Jumrah.

Hari Arafah begitu istimewa,pasalnya pada hari itu Allah SWT beserta para malaikat menyaksikan hamba-Nya yang berkumpul di Padang Arafah.

Hal tersebut sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

“Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah.Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) Kepada para malaikat. Dia berfirman: Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?” (HR Muslim: 1348, dari Aisyah).

Pelaksanaan ibadah wukuf sering kali disebut sebagai gambaran dari peristiwa di Padang Mahsyar, dimana umat manusia dalam satu tempat yang panas dan gersang.

Artinya, secara tidak langsung, pelaksanaan wukuf di Arafah menjadi sebuah cermin akan perjalanan manusia menuju padang mahsyar.

 

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :