Apakah Hanya Wanita yang Qadha Puasa Ramadhan? Ini Jawabannya

Puasa qadha adalah cara melunasi hutang puasa karena suatu hal atau alasan tertentu. Bukan hanya wanita yang membatalkan puasa karena usia tua atau semacamnya. Pria juga dapat membatalkan puasa karena sakit, safari, atau perjalanan.

Namun, seringkali wanita yang membatalkan puasanya karena sedang menstruasi atau sedang menyusui. Nah, bagaimana jika Anda membatalkan puasa dan kemudian belum melunasi puasa atau mengqadha puasa hingga puasa Ramadhan berikutnya?

Allah telah menetapkan puasa sebagai ibadah wajib bagi umat Islam. Jika Anda telah membatalkan puasa karena sesuatu seperti sakit, maka Anda harus mengubahnya di bulan berikutnya.

Menurut Syekh Nawawi Banten bahwa orang yang sedang menyusui atau ibu hamil dan orang yang menunda puasa qadhanya karena lalai hingga tiba Ramadhan tahun berikutnya mendapat beban tambahan.

Berdasarkan hadits HR Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi, “Barangsiapa yang mengalami Ramadhan kemudian tidak berpuasa karena sakit, kemudian sehat kembali dan belum mengqadhanya hingga Ramadhan berikutnya tiba, maka wajib menunaikan puasa Ramadhan yang dia miliki. sedang menjalani, setelah itu mengqadha hutang puasa, dan memberi makanan kepada orang miskin suatu hari yang tersisa sebagai kaffarah.”

Dari informasi tersebut, orang yang sakit, lalai atau lalai dalam puasa Ramadhan, baik laki-laki maupun perempuan, jika tidak menunaikan puasa Ramadhan, maka wajib mengqadha atau membayar puasa di bulan berikutnya dan membayar fidyah satu mud. satu hari hutang puasa.

Satu lumpur setara dengan 543 gram menurut Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah. Sedangkan menurut Hanafiyah, satu lumpur mengandung 815,39 gram makanan pokok seperti beras dan gandum.

Wanita yang membatalkan puasa Ramadhan karena haid, hamil, menyusui atau sakit harus mengqadhanya atau membayar puasa di bulan berikutnya.

Demikian pula laki-laki yang membatalkan puasanya karena sakit atau bepergian atau bersafari sesuai dengan ketentuan yang dibolehkan tidak berpuasa Ramadhan harus membayar puasa atau mengqadhanya.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :