Cek Fakta: Bumi Berputar Lebih Cepat, Pangkas 1,5 Milidetik dari Waktu Normal

Belakangan ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita tentang bumi yang berputar lebih cepat.

Isu bumi yang berputar lebih cepat tidak hanya membuat geger masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia secara global.

Beberapa waktu lalu, para ilmuwan mengukur rotasi bumi dengan jam atom presisi tinggi. Berdasarkan hal ini, para ilmuwan mencatat bahwa Bumi berputar lebih cepat dan memiliki hari terpendek sejak terakhir kali terjadi pada 1960-an.

Data juga menunjukkan bahwa kedatangan tengah malam sekitar 1,5 milidetik lebih cepat dari waktu normal. Data tersebut diperoleh pada akhir Juli 2022.

Diketahui, beberapa tahun terakhir Bumi memiliki hari yang lebih pendek dan ini semakin sering terjadi.

Sebelumnya, pada tahun 2020, Bumi menghasilkan 28 hari terpendek dalam 50 tahun terakhir dengan terpendek pada 19 Juli yang memangkas 1,47 milidetik dari 86.400 detik.

Data ini pun menimbulkan pertanyaan di seluruh masyarakat, benarkah bumi berputar cepat sehingga hari pun berlalu dengan cepat?

Pada 1,4 miliar tahun yang lalu, bumi memiliki 19 jam untuk mengubah hari. Oleh karena itu, bumi sekarang seharusnya memiliki waktu yang lebih lama sekitar satu 74.000 detik setiap tahun. Namun, bukannya bertambah panjang, bumi berputar lebih cepat.

Untuk fenomena alam ini, International Telecommunication Union yang merupakan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa beberapa kali menambahkan detik kabisat.

Hal ini sudah dilakukan sejak 1972, dan berlangsung hingga Juni-Desember 2016. Peluang penambahan detik kabisat berikutnya bisa dilakukan pada Desember 2022.

Sedangkan fenomena bumi berputar lebih cepat atau rotasi bumi itu sendiri dipengaruhi oleh cairan inti bumi, antara lain; permukaannya adalah kumpulan benua, lautan yang membengkak dan gletser yang menghilang.

Selain itu, rotasi bumi juga dipengaruhi oleh selimut tebal gas yang bergetar dan berputar pada porosnya. Tidak berhenti sampai di situ, perputaran bumi yang berputar lebih cepat juga dipengaruhi oleh munculnya angin El Nino.

Dengan kata lain, apapun yang menggerakkan massa menuju pusat bumi akan mempercepat rotasi planet.

Sebagai informasi, panjang hari adalah selisih waktu yang dibutuhkan bumi untuk berputar satu kali pada porosnya yang membutuhkan waktu 86.400 detik atau 24 jam.

Dengan bertambahnya panjang hari, bumi berputar lebih lambat. Sebaliknya, ketika panjang hari berkurang dan menjadi angka negatif, bumi berputar lebih cepat.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :