Contoh Isi Khutbah Jumat Menyambut Bulan Puasa atau Ramadhan: Singkat, Ringkas, dan Menyentuh Hati

Ini adalah contoh isi Khutbah Jum’at dalam rangka menyambut bulan Ramadhan atau puasa dengan kalimat yang singkat, padat, namun tetap menyentuh.

Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan memasuki bulan suci Ramadhan dalam penanggalan Hijriah, di mana mereka diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh.

Dilihat dari penanggalan Hijriah, dapat diketahui bahwa nanti bulan Ramadhan atau puasa akan dimasuki oleh umat Islam yang ditandai dengan berakhirnya bulan Syaban yang bertepatan dengan 1 April 2022 dalam penanggalan Masehi.

Salah satu hal yang bisa dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan, adalah saling mengingatkan tentang berbagai ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan yang mulia ini.

Untuk saling mengingatkan tentang kebaikan bulan Ramadhan yang akan dimasuki oleh umat Islam, maka salah satunya adalah dengan membaca isi Khutbah sebelum shalat Jum’at.

Agar nantinya pesan-pesan untuk saling mengingatkan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan atau puasa dapat tersampaikan, maka perlu diketahui contoh-contoh isi Khutbah dengan kalimat yang singkat, padat, dan menyentuh.

Selanjutnya berikut adalah contoh Khutbah Sholat Jum’at yang bisa digunakan untuk menyambut bulan Ramadhan atau puasa seperti yang dikutip dari berbagai sumber :

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: ا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Sholat Jum’at berjamaah dirahmati Allah SWT, pada kesempatan yang berbahagia ini, saya selaku ustadz ingin mengajak kita semua untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Salah satu waktu yang dapat dimanfaatkan oleh umat Islam dalam upaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT adalah dengan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk memasuki bulan Ramadhan.

Sebagaimana diketahui bahwa sebentar lagi kita semua akan memasuki bulan Ramadhan yang merupakan bulan yang mulia dimana Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi umatnya yang melaksanakan berbagai ibadah, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Setiap satu kebaikan dilipatgandakan 10 kali hingga 700 kali lipat.” Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim.

Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, bulan Ramadhan sendiri juga dikenal sebagai bulan ampunan bagi umat Islam yang berpuasa sebagaimana diriwayatkan dalam hadits sebagai berikut:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keyakinan dan mengharap keridhaan Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari.

Sedangkan ayat yang menjelaskan kewajiban bagi umat Islam untuk berpuasa di bulan Ramadhan, salah satunya terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 183:

َا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Hukum puasa di bulan Ramadhan selama sebulan penuh sendiri memiliki hukum yang wajib, bagi umat Islam seperti dalam kitab Al Fiqhul Islami wa Adilatuhu dari Syekh Wahbah Al-Zulaili, sebagai berikut:

Pertama, Muslim

Kedua, orang yang telah mencapai pubertas

Ketiga, orang yang berakal

Keempat, orang yang tinggal atau tidak bepergian

Kelima, orang yang mampu berpuasa atau sehat

Adapun umat Islam yang telah memenuhi berbagai syarat tersebut, namun meninggalkan puasa Ramadhan tanpa alasan apapun, mereka tergolong kafir. Bahkan jika Anda meninggalkan puasa dengan sengaja dan tanpa alasan yang pasti, itu tidak dapat diganti.

Hal ini sebagaimana diketahui berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

“Barang siapa yang membatalkan puasanya walaupun hanya sehari di bulan Ramadhan bukan karena sakit atau rukhshah, maka tidak dapat diqadha puasanya meskipun dia berpuasa selama satu tahun.

.

Oleh sebab itu, dengan kesempatan yang diberikan berupa umur yang panjang sehingga dapat kembali bertemu dengan bulan Ramadhan, dan semoga kita selalu dapat menjalankan ibadah puasa seperti yang telah diwajibkan.

 

Khutbah II:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ، وَعَلٰى إِخْوَانِهِ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَارْضَ اللهم عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَآلِ الْبَيْتِ الطَّاهِرِيْنَ، وَعَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْنَ، أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَمَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَعَنِ الْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَاتَّقُوْهُ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلٰى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاتَّقُوْهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Demikianlah contoh Khutbah Jumat menyambut bulan Ramadhan dan kewajiban menjalankan ibadah puasa.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :