DNA Pro Akademik Disebut Rugikan Korban hingga Rp 97 M, Ini 5 Faktanya

Jakarta – Pro Academic DNA yang merupakan robot dagang dengan sistem MLM ilegal dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Para korban melaporkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 97 miliar.
Proses penyidikan kini sudah sampai pada tahap penetapan tersangka. Polisi telah menetapkan sembilan orang dalam kasus robot perdagangan DNA Pro.

Berikut fakta terbaru kasus robot trading DNA Pro yang kehilangan anggotanya hingga Rp. 97 miliar.

Mulai dari Laporan DNA Pro Korban hingga Bareskrim Polri
Beberapa waktu lalu para korban robot perdagangan DNA Pro melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri. Pengadu juga meminta agar beberapa tokoh masyarakat diperiksa dalam kasus ini.

“Yang kami laporkan apakah itu CEO, pemilik atau terkait dengan pendiri dan pemimpin pendiri. Karena ada beberapa pemilik dan pemimpinnya adalah tokoh masyarakat,” kata perwakilan kuasa hukum korban DNA Pro, Zaenul Arifin, di Bareskrim Polri. Polri, Senin (28/3/2022).

Zaenul menduga ada tokoh masyarakat yang terlibat dan bisa dikenai tindak pidana pencucian uang (TPPU). Jadi, menurut Zanul, penting bagi polisi untuk melakukan klarifikasi.

Zaenul mengatakan sekitar 122 kliennya mengalami kerugian hingga Rp 17 miliar.

15 Warga Laporkan DNA Pro ke Polda Metro, Kerugian Hingga Rp 7 Miliar
Sebanyak 15 korban DNA Pro melaporkan aksi penipuan dari perusahaan robot dagang tersebut. Pelapor yang diwakili oleh salah satu korban berinisial RD bersama 14 orang lainnya itu dikabarkan mengalami kerugian hingga Rp 7 miliar.

“Hari ini saya mendampingi kurang lebih 15 orang yang memberikan surat kuasa. (Kerugian korban) sebesar Rp 7 miliar,” kata kuasa hukum korban, Charlie Wijaya, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Para korban melaporkan DNA Pro terkait Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencucian uang. Laporan korban tercatat dengan nomor LP/B/1603/III/2022/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 29 Maret 2022.

242 DNA Pro Korban Lapor ke Bareskrim, Kerugian Rp 73 Miliar
Tak berhenti sampai di situ, DNA Pro kembali dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 1 April lalu. Sebanyak 242 korban mengaku mengalami kerugian hingga Rp. 73 miliar.

Laporan tersebut digabungkan dengan laporan awal yang didaftarkan di Bareskrim dengan nomor register B/185/IV/RES.2.1/2022/Dittipideksus. Perwakilan kuasa hukum korban, Juda Sihotang dari LQ Indonesia Law Firm, mengatakan pihaknya telah menyerahkan barang bukti berupa nomor rekening pihak DNA Pro.

Dalam laporan ini, ada sebanyak 56 orang yang dilaporkan. Dari pendiri hingga komisaris DNA Pro.

“Diberitakan ada kurang lebih 56 orang, saya merinci semuanya, mulai dari pendiri PT DNA, komisaris, direksi, pendiri, direktur utama, dan co-founder, leader, bahkan top leader,” ujarnya.

Dalam laporannya, korban melaporkan terkait Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Para korban tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, dari Medan hingga Papua.

“Korbannya dari seluruh wilayah Indonesia, dari Papua, Ambon, Medan, Surabaya, Jember, semuanya, Bali, Bandung, semuanya,” katanya.

Fakta terkait kasus DNA Pro juga bisa dilihat di laman berikut.

Polisi Sebut Kerugian Korban DNA Pro Capai Rp 97 Miliar – Periksa 12 Saksi
Ada lima laporan terkait kasus robot perdagangan DNA Pro yang diusut Bareskrim Polri. Polri menaksir kerugian mencapai Rp 97 miliar.

Pada Senin (4/4) Karo Penmas di Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan metode yang digunakan DNA Pro adalah memasarkan dan menjual aplikasi robot trading. Kini Bareskrim telah memeriksa 12 saksi dalam kasus ini.

“Pada platform ini modus yang digunakan berupa pemasaran dan penjualan aplikasi robot trading DNA Pro, dengan sistem penjualan langsung yang menerapkan skema piramida,” ujarnya.

“Dalam perkara ini penyidik ​​telah memeriksa 12 orang, yakni 11 orang saksi pelapor, antara lain RS, RBK, RK, JG, SR, DN, HW, ES, SA, YH, WN, dan 1 orang saksi ahli perdagangan yang ditunjuk oleh Kementerian Perdagangan. Perdagangan,” tambahnya.

Polisi Sebut 9 Tersangka Kasus DNA Pro
Polisi telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus robot perdagangan DNA Pro. Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan, dari 9 tersangka, 5 di antaranya berstatus DPO dan masih dikejar polisi.

“Empat tersangka kami tangkap, yakni R, RS, Y, dan F. Kami sedang melakukan penyelidikan, yang mudah-mudahan bisa kami ungkap dan tangkap pelakunya dalam waktu dekat,” terangnya.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :