Doa Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Ketahui Adab dan Hukumnya untuk Perempuan

Jakarta – Sebelum Ramadhan, umat Islam biasanya melakukan ziarah ke kuburan. Dalam bahasa Arab, kata ziarah berarti ingin datang atau mengunjungi suatu tempat. Jadi, istilah ziarah kubur bisa diartikan sebagai berziarah ke makam kerabat, saudara, atau keluarga, ya Bunda.
Umumnya, umat Islam berziarah ke kuburan untuk berdoa bagi orang mati, mengingat mereka, dan mengingat orang mati. Nah, untuk hukum ziarah kubur, Ustazah Lailatis Syarifah, Lc., MA., Mengatakan bahwa ada hadits Nabi Muhammad SAW yang membahas hal ini Bunda.

Hadits tersebut berbunyi:

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ

Artinya: “Dulu aku melarang kamu berziarah ke kuburan. Sekarang, berziarah ke kuburan, karena itu akan mengingatkan kamu tentang akhirat.” (HR Muslim).

 

 

 

Berdasarkan hadits tersebut, Ustazah Lailatis menjelaskan bahwa ziarah ke kuburan diperbolehkan, Bunda. Namun, penting untuk memperhatikan tujuan selama haji.

“Dalam kaidah ushul fiqh, jika ada larangan kemudian ada perintah, maka itu menunjukkan bahwa perbuatan itu boleh. Jadi dalam Islam, haji itu mungkin,” kata Ustazah Lailatis.

Sesungguhnya tujuan yang harus diperhatikan. Tujuan ziarah kubur kita adalah untuk mengenang orang yang telah meninggal dan juga tentunya jika perlu kita mendoakan orang yang di dalam kubur, kita tidak meminta doa atau sesuatu kepada orang yang di dalam kubur, “dia melanjutkan.

Lalu, bagaimana dengan hukum ziarah kubur bagi wanita, Bunda?

Hukum Ziarah Kuburan untuk Wanita
Menurut Ustazah Lailatis, mengacu pada hadits di atas, ziarah ke kuburan diperbolehkan baik laki-laki maupun perempuan. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan wanita saat melakukan ziarah kubur ya Bunda.

“Seluruh umat Islam baik laki-laki maupun perempuan boleh berziarah kubur. Namun bagi perempuan dilakukan dalam keadaan suci atau tidak pada saat haid”, ujar Ustazah Lailatis.

Hal ini mengacu pada adab haji yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, di antaranya adalah tidak memakai sandal saat pergi ke kuburan. Nah, wanita yang sedang haid ini takut tidak bisa menjaga kesuciannya ya Bunda.

Pada zaman Rasulullah tidak ada perban yang baik, maka dari pada mengotori kuburan sekitar, lebih baik tidak berhaji. Namun, Ustazah Lailatis mengatakan jika seorang wanita bisa menjaga kesuciannya, maka tidak masalah untuk melakukan ziarah kubur, Bunda.

 

ADAB DAN DOA ZIARAH KUBUR

Dalam Islam, melakukan segala sesuatu baiknya sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW ya, Bunda, termasuk saat melakukan ziarah kubur.
Adab saat Melakukan Ziarah Kubur
1. Mengucapkan salam kepada seluruh ahli kubur ketika memasuki area kuburan
Mengucapkan salam ketika memasuki area kuburan sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW, yang berbunyi:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كُلَّمَا كَانَتْ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ آخِرَ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ, فَيَقُولُ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ, وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ, غَدًا مُؤَجَّلُونَ, وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ , اللهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ. [رواه مسلم]

Artinya: “Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tiap malam gilirannya, pergi ke Baqi’ pada akhir malam, dengan ucapannya: “Assalamu’alaikum dara qaumin mukminin wa atakum ma tu‘aduna ghadan muajjalun, wa inna insya Allahu bikum lahiqun. Allahummaghfir li ahli Baqi’il Gharqad” (Semoga keselamatan bagi kamu sekalian wahai negeri kaum yang beriman, dan akan datang apa yang dijanjikan kepada kamu sekalian dengan segera. Dan sesungguhnya kami, dengan izin Allah akan menyusul kamu sekalian. Yaa Allah ampunilah penghuni Baqi’ al-Gharqad (nama kuburan).” (HR. Muslim).

2. Menghadap kiblat ketika berada di kuburan seseorang
Saat mengunjungi makam seseorang, baiknya Bunda menghadap ke arah kiblat ya. Hal ini tertuang dalam hadits Nabi Muhammad SAW, yang berbunyi:

لِحَدِيْثِ البَرَاءِ اَنَّهُ جَلَسَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ لَمَّا خَرَجَ اِلَي المَقْبَرَةِ. [رواه ابو داود]

Artinya: “Menilik hadis Bara’ bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk menghadap kiblat ketika pergi berziarah kubur.” (HR. Abu Dawud).

3. Tidak menduduki kuburan
Dalam sabdanya, Nabi Muhammad SAW melarang umat Muslim menduduki kuburan saat berziarah, Bunda. Hadits tersebut berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ حَتَّى تُحَرِّقَ ثِيَابَهُ, وَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ, خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْر. [رواه مسلم]

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Sungguh seseorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya hingga tembus ke kulitnya, itu lebih baik baginya dari pada duduk di atas kuburan.” (HR. Muslim).

4. Mendoakan ahli kubur
Mendoakan seseorang yang sudah meninggal adalah bagian terpenting dari ziarah kubur ya, Bunda. Hal ini juga didasari pada hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ لَيْلاً إِلَي الْبَقِيْعِ يَسْتَغْفِرُ لَهُمْ وَاَطَالَ الْقِيَامَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ. [رواه مسلم]

Artinya: “Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada suatu malam ke Baqi’, beliau lama berdoa, memohon ampun bagi mereka tiga kali, dengan mengangkat kedua tangannya.” (HR. Muslim).

Melansir dari laman detikcom, adapun bacaan doa ziarah kubur adalah sebagai berikut, Bunda.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Arab latin: Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì. Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikan lah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikan lah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkan lah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkan lah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.”

Itulah hukum, adab, dan doa dalam ziarah kubur, Bunda. Semoga informasinya bermanfaat ya.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :