Fakta-Fakta Pembunuhan Bos Rongsokan di Sidoarjo, Eksekutor Dijanjikan Rp100 Juta

Polisi menangkap terduga pelaku penembakan nakhoda barang bekas atau barang rongsokan bernama Sabar (37 tahun) di bawah jembatan layang Pasar Larangan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Penembak berinisial JO ditangkap tim gabungan dari Sub Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Polres Sidoarjo, dan Polres Sampang.

“Ditangkap di Sokobanah, Sampang, Rabu pagi pukul tiga,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Dirmanto.

Terekam CCTV

Pelaku berhasil diidentifikasi berdasarkan rekaman kamera pemantau atau CCTV yang ada di lokasi penembakan. JO ditangkap tanpa perlawanan. Saat ini, JO masih diperiksa di Markas Polresta Sidoarjo. Pelaku tersebut diduga sebagai eksekutor yang menembak korban).

Kronologi

Beberapa hari sebelumnya, Sabar tergeletak di bawah jembatan layang Pasar Larangan, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin (27/6/2022) malam, setelah ditembak dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

Insiden penembakan itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Warga sekitar lokasi kejadian bernama Prayit (62 tahun) menuturkan, korban berasal dari Kecamatan Candi, Sidoarjo. Di Larangan, Sabar menjadi pengepul barang bekas yang disimpan di sebuah tempat. Saat kejadian, Prayit mendengar letusan seperti suara tembakan sebanyak dua kali. “Saya kira suara petasan,” ucapnya.

Tak lama kemudian, terdengar suara teriakan meminta tolong. Warga pun keluar dan mendekat ke lokasi. Nah, saat itulah warga melihat korban tergeletak. Kemudian, korban dilarikan ke rumah saki (RS) menggunakan mobil. Menurut Prayit, terdapat dua luka tembakan di tubuh korban.

Dijanjikan uang

JO, tersangka pelaku penembakan itu mengaku dijanjikan imbalan senilai Rp100 juta jika berhasil melakukan tugas.

Kepala Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Komisaris Besar Polisi Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, pelaku mendapatkan perintah dari seseorang berinisial E dengan imbalan Rp100 juta.

“Pelaku nekat melakukan penembakan hingga menyebabkan juragan barang bekas meninggal dunia,” ujar Kusumo.

Pelaku ditangkap sebelum menerima imbalan uang Rp100 juta itu. Polisi menyita barang bukti berupa senjata yang digunakan untuk menembak. “Jaket dan helm yang pernah dipakai untuk menyamar juga telah disita setelah sebelumnya sempat dibuang oleh pelaku untuk menghilangkan jejak,” tutur Kusumo.

Senjata dari dalang

Dari pengakuan JO, senjata api yang dipakai milik E. Senjata itu akan dikirim dan diperiksa di laboratorium untuk dibandingkan dengan selongsong dan peluru yang ditemukan. “Kami akan mengirim ke laboratorium forensik akan menyelidiki senjata tersebut, apakah jenis rakitan atau pabrikan,” ucapnya.

Jerat pidana

Pelaku pembunuhan berencana dengan korban meninggal dunia akan dijerat Pasal 355 ayat 2 penjara maksimal 15 tahun, dan pasal 351 penjara paling lama 7 tahun. Lalu, pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan diancam seumur hidup.

Korban meninggal dunia

Diketahui, korban penembakan menderita dua luka tembak di lengan dan leher pada awal pekan ini, sempat dirawat intensif di RSUD Sidoarjo. Korban akhirnya meninggal dunia pada 29 Juni 2022 malam.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :