GOTO Baru IPO Lanjut Tambah Modal, Persiapan Dual Listing?

Jakarta, – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (20/5/2022) menyampaikan rencananya untuk melakukan aksi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau dikenal dengan penempatan pribadi.
Rencana tersebut merupakan tindak lanjut aksi korporasi pasca penawaran umum saham perdana (IPO) April lalu.

Dalam akta resminya, Perseroan bermaksud untuk mengeluarkan sebanyak-banyaknya 118.436.392.950 saham Seri A atau sebanyak-banyaknya 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

Adapun harga pelaksanaan saham baru dalam aksi korporasi ini ditetapkan sekurang-kurangnya 90% dari rata-rata harga penutupan saham Perseroan untuk jangka waktu 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan baru. saham.

Nantinya, dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk memperkuat posisi permodalan perusahaan, khususnya untuk modal kerja PT Tokopedia, PT Dompet Anak Bangsa dan/atau PT Multifinance Anak Bangsa.

Dampak dari aksi korporasi ini akan membuat persentase kepemilikan saham pemegang saham saat ini turun (dilusi) sebesar 9,09%. Namun, penerapan PP tersebut tidak akan menghasilkan rasio hak suara saham Seri B terhadap saham Seri A.

Pelaksanaan PP akan tergantung dan tunduk dan akan dilaksanakan apabila telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS). Sementara itu, GOTO akan menyelenggarakan RUPST pada 28 Juni 2022.

Adanya tindakan PP selain berdampak dilusi terhadap pemegang saham lama juga akan berdampak pada peningkatan kas dan ekuitas perusahaan. Dalam keterbukaan informasi sebelumnya sebagai tanggapan atas masuknya GOTO ke dalam pemantauan BEI (UMA), perseroan berencana merilis Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2021 yang telah diaudit, Laporan Keuangan Triwulan I Tahun 2022, dan Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2021 di akhir Mei 2022.

Padahal, sejak awal, GOTO sudah memberikan sinyal bahwa penawaran umum perdana (IPO) bukanlah aksi korporasi pertama dan terakhir. Bedanya, rangkaian aksi korporasi yang terungkap di awal IPO bukanlah PP, melainkan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Menariknya, rights issue tersebut menjadi pintu bagi GOTO untuk mencatatkan sahamnya di bursa asing. Dengan kata lain, GOTO berencana melakukan dual listing melalui serangkaian IPO yang diikuti dengan penambahan modal, baik rights issue maupun private placement.

Diharapkan penawaran internasional semacam itu akan membantu GOTO untuk mengakses basis investor yang lebih luas. GOTO berencana untuk melakukan penawaran internasional pada akhir tahun 2023, namun realisasi periode penawaran internasional akan tergantung pada kondisi pasar, kesiapan, dan faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan Penawaran Internasional ini.

Merujuk pada prospektus perusahaan, GOTO berencana mencatatkan sahamnya di New York Stock Exchange (NYSE), National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ), Hong Kong Stock Exchange (HKSE), Singapore Stock Exchange (SGX) atau London Stock Exchange. (LSM). .

Sebagai informasi, GOTO melakukan IPO dan resmi melantai di bursa domestik pada 11 April 2022 dengan melepas 40.615.056.000 saham seri A dengan harga Rp. 338/satuan.

GOTO berhasil mendapatkan pendanaan senilai Rp 13,73 triliun lewat IPO. Nilai kapitalisasi pasar GOTO di harga IPO setara dengan Rp 400,32 triliun dan menjadi perusahaan yang melantai perdana dengan market cap terbesar di Tanah Air saat itu.

Namun harga saham GOTO cenderung turun terus. Bahkan mekanisme stabilisasi harga yang disiapkan juga tak mampu menahan harga saham GOTO tetap berada di atas atau setidaknya di harga IPO.

Di awal pekan bulan Mei, harga saham GOTO terus mengalami penurunan yang tajam. Bahkan harganya sampai menyentuh level terendah Rp 194/unit setelah terkena auto reject bawah (ARB) berjilid-jilid dalam sepekan.

Namun setelah itu harga saham GOTO rebound tajam. Harga saham emiten rintisan (startup) teknologi dengan status decacorn (valuasi US$ 10 miliar) ditutup di level Rp 304/unit pada Jumat (20/5/2022).

Nilai kapitalisasi pasar GOTO mencapai Rp 360,05 triliun, setara dengan Rp 40,3 triliun lebih rendah dari saat IPO atau turun 10% dari harga penawaran umum perdananya.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :