Hujan Es Melanda Tangsel, Ini Penyebabnya Menurut BMKG

JAKARTA, – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya pada Senin (14/3/2022) sore, sekitar pukul 15:45 WIB. Sejumlah warga bahkan mengaku melihat butiran es seukuran kerikil yang berjatuhan bersamaan dengan hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, kondisi cuaca tersebut disebabkan oleh masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. “Cuaca tipikal di masa transisi seperti ini adalah hujan lebat dengan durasi singkat 1-3 jam, disertai angin kencang, puting beliung bahkan terkadang hujan es,” kata Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG, Fachri Radjab saat dihubungi Kompas.com , Senin (17 April). 14/3/2022).

Khusus untuk hujan es, kata Fachri, hal ini disebabkan oleh dinamika atmosfer. Artinya, ketersediaan uap air yang cukup dan adanya daerah pertemuan/perlambatan angin yang dapat menyebabkan tumbuhnya awan cumulonimbus yang dapat menimbulkan hujan es, ujarnya. Fachri mengatakan cuaca ekstrem di atas masih mungkin terjadi di wilayah Jabodetabek pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. BMKG memprediksi cuaca ekstrem akan berakhir pada awal musim kemarau atau sekitar awal Mei.

Sebelumnya, sejumlah warga di Tangerang Selatan melaporkan melihat butiran es seukuran kerikil yang juga turun diguyur hujan lebat siang tadi. Martina, warga Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, mengaku mendengar suara seperti kerikil yang jatuh dari langit. “Seperti hujan batu, kanopinya berisik,” katanya.

Warga pamulang lainnya, Munifah, mengatakan hujan disertai angin kencang yang menyerupai badai. “Hujannya deras banget, ditambah angin dan petir. Tempat sampah di depan rumah beterbangan,” jelasnya.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :