Inilah Sosok Imran Khan, Mantan Perdana Menteri Pakistan yang Selamat Dari Insiden Pembunuhan

  • Whatsapp


Inilah Sosok Imran Khan, Mantan Perdana Menteri Pakistan yang Selamat Dari Insiden Pembunuhan

Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ditembak saat berkampanye di Lahore, Kamis (11/3/2022). mengabarkan bahwa sebutir peluru mengenai dan bersarang di betis kanan Imran Khan.

Peluru itu adalah hasil dari serangkaian tembakan yang dilakukan oleh seorang pria ke truk yang ditumpangi Khan. Akibat insiden ini, satu orang tewas, sementara Khan dan enam lainnya menderita luka tembak.

Read More

Menurut Menteri Informasi Pakistan Marriyum Aurangzeb, penyerang Khan, yang diidentifikasi sebagai Faisal Butt, kini telah ditahan. Pria itu mengatakan dia menjadikan Imran Khan sebagai target pembunuhan.

“Saya melakukannya karena (Khan) menyesatkan publik, saya mencoba membunuhnya, saya mencoba yang terbaik,” akunya.

Namun, dokter yang merawat Khan di Rumah Sakit Shaukat Khanum, Lahore mengungkapkan, Khan dalam kondisi stabil.

Lantas, seperti apa sosok Imran Khan yang lolos dari upaya pembunuhan di Pakistan?

Imran Khan, nama lengkap Imran Ahmed Khan Niazi, lahir di Lahore, Pakistan, pada 5 Oktober 1952. Khan adalah Perdana Menteri Pakistan ke-22 yang menjabat pada 2018-2022.

Sebelum terjun ke dunia politik, seperti dilansir laman Britannica, Khan adalah pemain kriket dan kapten tim nasional.

Bahkan, ia menjadi pahlawan setelah memimpin Pakistan memenangkan Piala Dunia Kriket 1992, kemenangan pertama dan satu-satunya di kompetisi ini.

Pensiun dari kriket, Khan mulai menjadi kritikus pemerintah dan suka menyoroti kasus korupsi di Pakistan. Ia mendirikan partai politiknya sendiri pada tahun 1996 dengan nama Pakistan Tehreek-e-Insaf atau PTI.

Sayangnya, pada pemilihan umum 1997, partai baru ini hanya meraih kurang dari satu persen suara. Pada tahun 2002, Imran Khan dan PTI kembali mengikuti pemilu yang berlangsung di 272 daerah. Berbeda dengan pemilihan pertama, pemilihan ini berhasil mengamankan satu kursi untuk Khan.

Imran Khan dan 85 orang lainnya mengundurkan diri dari parlemen pada 2 Oktober 2007. Pengunduran diri ini sebagai bentuk protes terhadap Pervez Musharraf yang terpilih kembali dalam pemilihan presiden yang dijadwalkan 6 Oktober 2007.

Akibatnya, Khan ditangkap dan ditempatkan di bawah tahanan rumah antara 3-14 tahun. November 2007. Tak puas, Imran Khan kembali menyuarakan protes pada 30 Oktober 2011. Kali ini, dia berbicara di depan lebih dari 100.000 pendukung di Lahore, menentang kebijakan pemerintah.

Aksinya sukses. Pada 25 Desember 2011, ratusan ribu pendukung lainnya bergabung dalam protes menentang pemerintah Pakistan. Sejak itu, Imran Khan dianggap sebagai ancaman oleh partai politik di Pakistan.

Pada bulan-bulan menjelang pemilihan legislatif di awal 2013, Khan dan partainya menarik perhatian dan mendapat dukungan dari beberapa politisi veteran. Bahkan dalam polling tahun 2012, Imran Khan didapuk sebagai tokoh politik paling populer di Pakistan.

Pada 2018, Khan menjadi Perdana Menteri Pakistan setelah memenangkan dukungan dari para pemimpin militer. Imran Khan juga menjadi orang pertama dalam sejarah pemilu Pakistan yang menang di lima daerah pemilihan.

Sebagai Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan membuat agenda yang mencakup reformasi besar di hampir semua bidang pemerintahan, termasuk pembentukan provinsi baru di Punjab Selatan. Hubungan dekat Khan dengan militer Pakistan dan kondisi ekonomi yang rapuh telah mendorongnya untuk menghadapi tantangan tanpa akhir.

Pada akhir 2020, partai-partai oposisi utama membentuk Gerakan Demokratik Pakistan (PDM) dengan tujuan meningkatkan independensi pemerintah sipil dari militer. PDM memprotes dan menuduh Khan sebagai
prajurit boneka dan terus mendesaknya untuk mundur.

Pada akhir tahun 2021, Khan kehilangan pendukung terpentingnya, yaitu militer negara itu. Reputasi Khan anjlok bahkan di dalam partainya sendiri. Hingga puncaknya, Imran Khan resmi dilengserkan dari jabatan Perdana Menteri Pakistan pada 10 April 2022.

Related posts