Innalillahi, Ulama Besar Yaman Habib Abubakar Al Adni Meninggal Dunia

  • Whatsapp


Innalillahi, Ulama Besar Yaman Habib Abubakar Al Adni Meninggal Dunia

Hadramaut – Habib Abubakar Al Adni bin Ali Al Masyhur, seorang ulama terkemuka di Hadramaut, Yaman meninggal pada hari Rabu, 27 Juli 2022 M/28 Dzulhijjah 1443 H. Ia lahir di Kota Ahwar pada tahun 1946 M/1366 H dan meninggal pada usia 76 tahun.

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُون

Turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya. Al-Habib Abubakar Al Adni bin Ali Al-Masyhur pada Rabu, 27 Juli 2022 / 28 Dzulhijjah 1443 H. Semoga segala amal ibadah Beliau diterima oleh Allah dan ditempatkan di Surga bersama Rasulullah,” tulis akun @habibumar_indonesia, Kamis (28/7/2022).

Habib Abubakar Al Adni merupakan seorang ulama yang tidak asing di telinga masyarakat muslim Indonesia. Pasalnya, beliau sering berkunjung ke Indonesia dan mempunyai murid yang tersebar di pelosok negeri.

Sementara di Yaman, Habib Abubakar Al Adni merupakan ulama terkenal, cendekiawan muslim masyhur, pemikiran yang cemerlang, dan sosok yang berkepribadian alim. Lahir di kalangan keluarga yang mencintai ilmu agama dan dakwah, beliau hafal Qur’an pada usia yang cukup belia.

Semasa beliau hidup, dia menimba ilmu pada para ulama yang ada di Hadramaut, Ahwar, Aden, dan wilayah sekitarnya. Selain berguru kepada ulama secara tradisional, dia juga menimba ilmu di sekolah sampai lulus Universitas Aden untuk Jurusan Tarbiyah.

Kiprah Habib Abubakar mulai tampak saat membuka puluhan pondok di berbagai pelosok negeri Yaman dengan menggabungkan sistem akademik modern dan pendidikan tradisional.

Beliau memiliki murid yang sangat banyak dan tersebar di berbagai penjuru Yaman, termasuk para sarjana dan cendekiawan muslim di negeri para wali itu. Di Indonesia, beliau pernah membimbing banyak pelajar asal Indonesia, karena memang membuka pendidikan bagi santri asal Indonesia.

Habib Abubakar dikenal dengan kepakarannya di bidang Fiqh Tahawwulat atau ilmu tentang hari kiamat yang dalam bahasa ilmiah disebut eskatologi.

Mengutip Sanad Media, Habib Abubakar mengimani tanda-tanda hari kiamat sebagai rukun agama ke-4 setelah iman, islam dan ihsan. Hal itu berdasarkan hadits pertama yang termaktub pada Hadits Arbain Nawawi. Singkatnya, seusai malaikat Jibril bertanya perihal Iman, Islam, dan Ihsan kepada Nabi, Jibril kembali bertanya mengenai kapan hari kiamat. Lalu Nabi menjawab, “Yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya!” kemudian Jibril melanjutkan pertanyaannya, “Lantas apakah tanda-tanda dari kiamat itu sendiri?” sontak Nabi pun langsung menjelaskan tanda-tanda kiamat.

Dengan landasan itu, mengetahui tanda-tanda kiamat adalah kewajiban bagi setiap muslim. Pengetahuan tentang kiamat itu bisa diketahui dari Fiqh Tahawwulat. Dengannya, seorang muslim dapat membuktikan kebenaran hadits Nabi perihal munculnya tanda-tanda kiamat di akhir zaman. Fiqh Tahawwulat tidak terlahir begitu saja, namun terlahir setelah mengkaji dan menelaah tasfir ayat-ayat Al-Qur’an, Sunnah Nabi, serta Atsar para sahabat.

Habib Abubakar adalah ulama yang sangat produktif. Karya-karyanya saja sudah mencapai 150 lebih yang mencakup berbagai disiplin ilmu. Mulai dari fikih, sejarah, sastra, jurnalistik, dakwah, kebudayaan, metodologi dan sebagainya.

 

Related posts