Kejagung Didorong Usut Korporasi dan Pemilik Perusahaan Terkait Izin Ekspor Minyak Goreng

JAKARTA, – Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mendorong Kejaksaan Agung untuk menindak korporasi dan pemilik perusahaan dalam kasus izin ekspor minyak goreng jika mereka terlibat. Hal itu disampaikan Andre menanggapi bertambahnya tersangka kasus izin ekspor minyak goreng setelah Kejaksaan Agung menetapkan Lin Che Wei alias Weibinanto Halimdjati sebagai tersangka. “Kalau memang ada bukti yang menunjukan keterlibatan korporasi, maupun pemilik, ataupun top management ya kita dukung dan dorong terus Jaksa Agung untuk mengejar keterlibatan korporasi, top management, maupun owner perusahaan,” kata Andre di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/5). /2022).
Andre mengatakan, kejaksaan tidak hanya mengidentifikasi tersangka individu, tetapi juga menindak korporasi dan pemiliknya untuk memberikan efek jera. Politisi Partai Gerindra itu menegaskan DPR mendukung penuh langkah Kejaksaan mengusut kasus izin ekspor minyak goreng sampai ke akar-akarnya. Pasalnya, kasus ini telah menyebabkan kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng di dalam negeri, yang ironis karena Indonesia merupakan produsen minyak goreng terbesar di dunia. “Ini kan sudah merugikan negara, sudah merugikan rakyat. Masak urusan minyak goreng yang kita produsen terbesar di dunia, kita tak bisa menyelesaikan? Saya rasa sudah saatnya mafia-mafia itu dikejar sampai ke akarnya,” kata Andre.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Agung menetapkan Lin Che Wei sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya, termasuk minyak goreng, untuk periode 2021 hingga 2022. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyatakan Lin Che Wei sebagai tersangka. diduga bekerja sama dengan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Indrasari Wisnu Wardhana (IWW) akan menerbitkan izin ekspor yang tidak sesuai aturan hukum terkait penerapan kebijakan domestic market obligation (DMO) 20 persen.

Indrasari sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. “Tersangka (Lin Che Wei) dalam perkara ini diduga bersama-sama dengan IWW selaku Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Kemendag) telah mengondisikan produsen CPO untuk mendapatkan izin persetujuan ekspor dan turunannya secara melawan hukum,” kata Burhanuddin dalam keterangan videonya. Selasa (17/17/2020). 5/2022) malam.

“Padahal, seharusnya sesuai dengan ketentuan, wajib memenuhi DMO 20 persen,” katanya. Lin Che Wei juga diduga sebagai pihak yang mengaitkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan dengan perusahaan yang juga melanggar hukum. Selain Lin Che Wei dan Indrasari, Kegaung telah menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau Group Stanley MA (SMA), Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor (MPT), dan General Manager General Affairs PT Musim Mas Picare Togar. Sitanggang (PTS).

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :