Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat

Jumat adalah hari yang penuh berkah bagi umat Islam. Ada banyak amalan yang bisa dilakukan di hari Jumat. Dr Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab Sunnah menyatakan, hari Jum’at adalah hari yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Hari itu adalah hari yang dipilih oleh Allah SWT sebagai hari libur mingguan bagi umat Islam. Pada hari itu mereka berkumpul untuk berdoa dengan penuh keramahan dan kasih.

Selain memperbanyak salawat, amalan Jumat lainnya yang bisa dilakukan umat Islam adalah membaca Surat al-Kahfi. Seperti dikutip dari laman NU Online, Jumat (13/5/2022), diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri, ia mengatakan, barang siapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jumat, Allah akan menyinari antara dirinya dan rumah yang ada di dalamnya. penuh keindahan.

Membaca shalawat dan membaca surat al-kahfi di malam hari atau jumat adalah sunnah. Dalam hal ini DR Muhammad Bakr Isma’il menyatakan, sunnah bagi seorang muslim untuk memperbanyak membaca doa kepada Nabi SAW pada malam Jum’at. Demikian juga, sunnah membaca Surat Al-Kahfi di malam hari dan di hari Jumat. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal. 241)

Membaca Surah al-Kahfi dapat melindungi kita dari fitnah Dajjal seperti yang dikatakan oleh Imam Syafi’i di atas. Selain itu, hari Jumat merupakan hari yang luar biasa karena ada beberapa peristiwa penting yang terjadi pada hari Jumat, seperti penciptaan Nabi Adam.

Begitu juga peristiwa di masukkannya beliau dan dikeluarkannya dari surga itu terjadi pada hari Jumat. Dan yang paling menggetaran adalah kelak hari kiamat jatuh pada hari Jumat sebagaimana riwayat yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim.

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Sebaik-baiknya hari di mana sang surya menyinarinya adalah hari Jumat. Pada hari Jumat nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jumat”.

Hubungan Surat al-Kahfi dan Hari Jumat

Dari sini saja kita sudah bisa memahami hubungan antara membaca surat a-Kahfi dengan hari Jumat, atau hikmahnya. Singkatnya adalah kiamat jatuh pada hari Jumat, demikian sebagaimana bunyi riwayatnya. Karenanya, hari Jumat diidentikkan dengan hari kiamat. Sebab, hari Jumat itu sendiri mengandung pengertian berkumpulnya makhluk seperti kiamat di mana seluruh makhluk dikumpulkan.

Sedang dalam surat al-Kahfi terdapat gambaran mengenai menakutkannya hari kiamat (ahwal al-qiyamah). Misalnya pada ayat berikut ini:

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau melihat bumi rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” (Q.S. Al-Kahfi: 47).

وَالْحِكْمَةُ مِنْ قِرَاءَتِهَا أَنَّ السَّاعَةَ تَقُومُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، كَمَا ثَبَتَ فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ، وَالْجُمُعَةُ مُشَبَّهَةٌ بِهَا لِمَا فِيهَا مِنِ اجْتِمَاعِ الْخَلْقِ، وَفِي الْكَهْفِ ذِكْرُ أَهْوَالِ الْقِيَامَةِ

“Hikmah membaca surat al-Kahfi adalah bahwa hari kiamat jatuh pada hari Jumat sebagaimana riwayat yang terdalam dalam kitab Shahih Muslim. Dan hari Jumat itu diserupakan dengan hari kiamat karena di dalamnya terdapat perkumpulan makhluk, sedang di dalam surat al-Kahfi digambarkan mengenai pelbagai keadaan kiamat yang sangat menyeramkan”. (Lihat Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus-Dar al-Fikr, cet ke-12, juz, 4, h. 461)

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :