Kronologi & Sebab Kapal Pertamina Dicegat Greenpeace, Rusia?

Jakarta, – Kapal Pertamina Prime milik PT Pertamina International Shipping (PIS), dicegat aktivis Greenpeace saat berada di lepas pantai Denmark. Hal itu terjadi Kamis lalu, namun baru diberitakan sejumlah media asing pada Minggu (3/4/2022).
Bagaimana kronologisnya dan apa penyebabnya?

Mengutip Reuters dan France 24, mengutip AFP, ini dimulai ketika aktivis Greenpeace memblokir dua kapal tanker minyak di lepas pantai Denmark yang akan mentransfer 100.000 ton minyak dari Rusia. Kedua kapal tersebut adalah kapal tanker Seaath dan Pertamina Prime.

Selusin aktivis yang menggunakan kayak dan berenang di air memblokir pengiriman sebagai protes atas serangan Moskow di Ukraina. Mereka membawa spanduk yang menyerukan “berhenti berperang” dan melukis “Perang Bahan Bakar Minyak” di lambung Pertamina Prime.

“Pada pukul 11.00 (waktu setempat) para aktivis mulai memblokade supertanker Pertamina Prime, mencegah kapal Seaoath lain mendekatinya dan memblokir pengiriman minyak,” kata juru bicara Greenpeace Emma Oehlenschlager.

“Ini pertama kalinya kami berhasil menghentikan pengiriman. Dalam kasus lain, kapal tanker itu dialihkan atau dipercepat,” tambahnya.

“Mereka (para aktivis) sekarang akan mempertahankan blokade selama mungkin untuk memastikan kapal tidak bisa saling berdekatan untuk transfer.”

Greenpeace mengatakan telah melacak 299 kapal tanker yang membawa minyak dan gas dari Rusia sejak dimulainya apa yang disebut Kremlin sebagai “operasi militer khusus” di Ukraina pada 24 Februari. Dari jumlah itu, 132 menuju Eropa.

“Sayang sekali kami terus mendanai perang dengan membeli bahan bakar fosil Rusia. Ini terjadi di Denmark. Mereka seharusnya tidak diizinkan berada di sini,” kata aktivis Greenpeace Gustav Martner.

“Kami akan tinggal sampai politisi bertindak.”

Pertamina Prime sendiri dikabarkan telah mengumpulkan minyak mentah dari beberapa kapal tanker di Laut Denmark. Kapal tersebut, menurut salah satu sumber perantara, akan berlayar ke China setelah transfer minyak selesai.

Sementara itu, sumber Indonesia mengatakan kapal Pertamina Prime yang dicegat telah kembali berlayar dari Denmark menuju China sehari setelah insiden blokade Greenpeace terjadi.

“Kapal Pertamina Prime sudah berlayar kembali dari Denmark ke China,” katanya, Senin.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :