Low Tuck Kwong Dinobatkan Sebagai Orang Terkaya Di Indonesia Menggeser Budi Hartono dan Michael Hartono

  • Whatsapp


Low Tuck Kwong Dinobatkan Sebagai Orang Terkaya Di Indonesia Menggeser Budi Hartono dan Michael Hartono

Low Tuck Kwong, pemilik PT Bayan Resources (BYAN) kini dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia, setelah menggeser Budi Hartono dan Michael Hartono (Hartono bersaudara).

Berdasarkan data real time Forbes pada Senin (26/12), Low Tuck Kwong memiliki kekayaan bersih US$25,2 miliar atau Rp378 triliun (asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS). Jumlah kekayaannya melebihi kekayaan Budi Hartono yang tercatat US$ 22,1 miliar atau setara Rp. 344,76 triliun, kini berada di urutan ke-2. Sedangkan Michael Hartono memiliki kekayaan sebesar 21,3 miliar dollar AS atau setara Rp. 332,28 triliun, berada di urutan ke-3.

Dikutip dari Forbes, Low Tuck Kwong dikenal sebagai raja batu bara. Pria berusia 74 tahun itu adalah pendiri Bayan Resources, perusahaan tambang batu bara di Indonesia.

Low Tuck Kwong lahir di Singapura pada 17 April 1948. Perjalanan karirnya dimulai saat bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya. Pada tahun 1972, ia kemudian memutuskan pindah ke Indonesia.

Setahun kemudian, ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) yang bergerak di bidang konstruksi. JSI kemudian menjadi pionir dalam pembangunan pondasi tiang pancang yang kompleks.

Kemudian pada tahun 1988, JSI melebarkan sayap ke bisnis pertambangan batubara dan menjadi kontraktor pertambangan terkemuka. Kemudian pada tahun 1992, ia memutuskan untuk mengubah kewarganegaraannya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Kemudian pada tahun 1997, ia membeli tambang batu bara pertamanya melalui PT Gunungbayan Pratamacoal. Pada tahun 1998, melalui PT. Dermaga Perkasapratama, juga mengoperasikan terminal batubara di Balikpapan.

Selain bisnis batu bara, Low Tuck Kwong juga tercatat sebagai pengendali perusahaan energi terbarukan Singapura Metis Energy, sebelumnya dikenal sebagai Manhattan Resources dan memiliki kepentingan di The Farrer Park Company, Samindo Resources dan Voksel Electric.

Kwong juga mendukung SEAX Global, yaitu membangun sistem kabel bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Related posts