Mahfud MD Dalami Alasan Raden Brotoseno Tak Dipecat Polri

Jakarta, – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan akan mendalami alasan tidak memecat AKBP Raden Brotoseno, meski menjadi terpidana kasus suap.
Hal itu disampaikan Mahfud melalui akun Twitter resminya @mohmahfudmd, menanggapi pertanyaan mantan penasihat Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2009-2014, Abdilah Thoha.

“Kita akan dalami dulu, ya,” kata Mahfud.

Mahfud mengaku belum bisa memberikan banyak tanggapan terkait polemik ini. Ia mengaku belum mengetahui fakta dibalik kejadian tersebut.

“Kita kan belum tahu detail latar belakang dan faktanya,” tambahnya.

Raden Brotoseno merupakan terpidana kasus menerima suap dari pengacara dalam kasus dugaan korupsi percetakan sawah di Kalimantan periode 2012-2014.

Saat itu, Brotoseno berpangkat AKBP dan sempat bertugas sebagai Kepala Unit (Kanit) di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim.

Ia ditangkap penyidik Bareskrim pada 2016 dan divonis bersalah pada 2017. Hakim menjatuhkan hukuman pidana kepada Brotoseno 5 tahun penjara.

Brotoseno telah bebas bersyarat sejak 15 Februari 2020. Polemik muncul karena ternyata Brotoseno tidak dipecat dari institusi Polri meski sempat jadi terpidana kasus korupsi.

Menurut Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, dalam sidang Kode Etik Profesi Polri yang digelar Oktober 2020, Brotoseno hanya diberikan sanksi berupa pemindahan tugas yang bersifat demosi dan diminta untuk meminta maaf kepada pimpinan Korps Bhayangkara.

Ikuti berita Ramal.id hari ini, terbaru dan terkini. Anda bisa bergabung mengikuti Ramal.id di Google News pada tautan ini.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :