Menteri Keuangan Sri Mulyani Menargetkan Jumlah Penerimaan Pajak Senilai Rp1.718 Triliun Di Tahun 2023

  • Whatsapp


Menteri Keuangan Sri Mulyani Menargetkan Jumlah Penerimaan Pajak Senilai Rp1.718 Triliun Di Tahun 2023

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi kabar gembira jelang pergantian tahun. Menutup tahun 2022, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI mengumumkan penerimaan pajak tahun ini mencapai 100%, baik target nasional, Kanwil, maupun Kantor Pelayanan Pajak. Atas prestasi tersebut, Sri Mulyani menyampaikan rasa syukurnya.

“Saya sampaikan apresiasi tertinggi dan terima kasih kepada para wajib pajak yang telah berkontribusi nyata untuk kebutuhan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Saya sampaikan apresiasi tertinggi terima kasih kepada seluruh insan Ditjen Pajak RI atas kerja kerasnya di tahun 2022,” kata Sri Mulyani dalam Malam Pemantapan dan Rapat Pimpinan Nasional IV DJP (24/1/2022).

Pada tahun 2023, Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan pajak lebih tinggi dari tahun 2022, yaitu Rp1.718 triliun.

Menurutnya, sebagai salah satu garda terdepan dalam pengelolaan keuangan negara, DJP harus selalu beradaptasi dan berinovasi mengikuti dinamika zaman. Sehingga kami dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Sri Mulyani kemudian melanjutkan penjelesannya bahwa target tersebut telah melalui proses perhitungan yang matang dengan mempertimbangkan koreksi harga komoditas dan juga perlambatan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7%.

“Ini sebuah tantangan bagi Ditjen Pajak RI. Saya harap, seluruh insan Ditjen Pajak RI akan terus ‘walk the talk’ (melakukan apa yang dikatakan) dalam menjalankan tugasnya dan terus mensinkronisasi dengan kondisi dan dinamika yang terus bergerak,” ujar dia.

Diketahui, penerimaan perpajakan hingga 14 Desember 2022 telah mencapai 110,06% dari target yang ditetapkan pada tahun 2022. Penerimaan pajak dalam APBN 2022 telah mencapai Rp1.634,36 triliun. Angka tersebut tumbuh 41,9% (year-on-year/yoy) dan atau setara dengan 110,06% dari target penerimaan pajak tahun ini.

Realisasi pajak penghasilan (PPh) nonmigas mencapai Rp 900 triliun atau sudah 120,2% dari target APBN. Kemudian PPh Migas yang terkumpul Rp 75,4 triliun sudah melebihi target, yakni 116,6%.

Related posts