Panduan Lengkap Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah

Diberi kesempatan berada di bulan Dzulhijjah sebaiknya dioptimalkan dengan melakukan berbagai ibadah yang dianjurkan. Salah satunya adalah puasa, selain memperbanyak dzikir, membaca Al Qur’an, sedekah dan lain-lain.

Sedangkan waktu puasa sunnah Dzulhijjah adalah pada tanggal 1 sampai dengan tanggal 9 Dzulhijjah. Hari kedelapan disebut puasa Tarwiyah dan hari kesembilan disebut puasa Arafah. Durasinya sama dengan puasa pada umumnya, yaitu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Selama waktu ini ia harus menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti puasa lainnya.

Bagi orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan, diperbolehkan menggantinya bersamaan dengan puasa sunnah Dzulhijjah. Padahal, menurut Sayyid Bakri Syatha (w. 1892 M) yang mengutip fatwa Al-Barizi menjelaskan, jika puasa hanya untuk qadha, maka Anda akan mendapatkan pahala keduanya. Misalnya, pada hari Arafah, seseorang yang melakukan puasa qadha Ramadhan dengan niat untuk mengqadha, otomatis akan mendapatkan sunnah puasa Arafah (Sayid Bakri, Hâsyiyah I’ânah at-Thaâlibîn, juz 2, hal. : 224).

Pengucapan Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah

Seperti halnya puasa pada umumnya, niat puasa Dzulhijjah adalah pada malam hari, yaitu dari terbenamnya matahari hingga terbitnya matahari. Berikut pengucapan niatnya:

1. Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.

2. Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.

3. Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’âlâ.

Hanya saja, karena puasa Dzulhijjah merupakan puasa sunah, maka bagi orang yang lupa niat pada malam hari, boleh niat siang harinya, yakni dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur), selagi ia belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Berikut adalah lafal niat ketika siang hari,

1. Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’âlâ.

2. Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah)

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى ​​​​​​​

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.

3. Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah)

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.

Wallâhu a’lam.

 

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :