Perut Serasa Dikocok, Viral Polisi Tidur di Tangerang Ada 20 Baris, Pagi Dibuat Sore Dibongkar

Viral polisi tidur di Kabupaten Tangerang membuat pengguna jalan resah.

Pasalnya, di lokasi tersebut terdapat 20 polisi tidur, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.

Video penampakan speed bump itu viral setelah diunggah akun Instagram @abouttng pada Kamis (23/6/2022).

Dalam video tersebut terlihat speed bump berjejer di sebuah jalan.

Polisi tidur ini berada di Jalan Banyu Asih, Tegal Kunir, Mauk, Tangerang.

Beberapa gundukan kecepatan ada di seluruh jalan.

Tapi ada juga salib di tengah jalan.

“Gila ini banyak banget,” ucap perekam video.

Polisi tidur itu juga dibangun sangat berdekatan dengan tinggi tak sesuai standar.

Sedangkan pengendara lain pun terlihat hati-hati saat melintasi polisi tidur itu.

“Polisi tidurnya banyak jasa. Ini di Banyu Asih, Tegal Kunir, Mauk, Kabupaten Tangerang.

“Kalau lewat serasa perut dikocok,” ujar warga sekitar,” tulis keterangan pengunggah.

Video penampakan polisi tidur ini pun mendapat banyak komentar dari para netizen.

@cecepsukmafebriansyah “Ga ngotak yg bikin wkwkwk”

@don33_2 “Kasihan ibu yg lg hamil klo lewat jalan kek gitu”

@_peach.unicorn “Jalanan kalo udah banyak polisi tidurnya berarti udah sampe Tangerang”

@erahadi26 “ada 20 gajlukan min kta temen gua @nisceha nih dia yg ngitung”

Namun usai video viral, polisi itupun akhirnya dibongkar.

Video pembongkaran polisi tidur itu juga diunggah oleh akun tersebut.

Dalam proses pembongkaran juga turut hadir petugas polisi.

“Atas permintaan kepolisian dan kelurahan, polisi tidurnya dihancurkan karna tidak sesuai standar di Banyu Asih, Tegal Kunir, Mauk, Kabupaten Tangerang.”

Dilansir dari sejumlah sumber, polisi tidur itu akhirnya dibongkar dengan persetujuan dari Kades Banyu Asih, Camat Mauk dan Kapolsek Mauk.

Kapolsek Mauk AKP Yono Taryono mengatakan jika polisi tidur yang berjumlah 20 baris itu memiliki panjang 20 meter.

Polisi tidur itu dibangun atas permintaan dari ketuas yayasan sebuah SD IT.

Namun pembangunan itu tanpa koordinasi dengan pihak desa dan juga polisi.

Polisi tidur itu dibangun pada Kamis (23/6/2022) kemudian dibongkar pada Jumat (24/6/2022) karena mendapat keluhan dari warga.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :