Program Guru Penggerak

Seharusnya ada manfaat lain dari mengemudikan sertifikat guru, seperti sertifikasi guru. Kasihan guru yang mengikutinya jika tidak terkait dengan jenjang karir. Mengenai belajar, kita belajar dari semua pengalaman.

Saya bergabung dengan program Guru Motivasi atas kemauan saya sendiri. Namun, saya juga bingung, mengingat program serupa dari pemerintah hampir tidak ada gunanya dalam jenjang karir.

Kalaupun ada, itu hanya sertifikat. Memang, mengikuti program Guru Memotivasi akan menjadi pengalaman baru. Namun, jika hanya pengalaman dan sertifikat baru, kegiatan serupa di lembaga swasta jauh lebih banyak. Tiga hari mendapatkan sertifikat 32-40 jam belajar.

Program Guru Motivasi 9 bulan dihargai dengan 306 jam pembelajaran. Tugas banyak, padahal manfaat untuk jenjang karir hampir tidak ada, apalagi materi. Peraturan baru akan menjadi prioritas kepala sekolah, namun tidak semua guru ingin menjadi kepala sekolah.

Pengalaman sebelumnya, calon kepala sekolah yang lolos masih belum diberdayakan, kecuali ada “orang dalam”. Nasib sertifikat guru mengemudi kurang lebih akan sama dengan sertifikat calon kepala sekolah.

Seharusnya ada manfaat lain dari mengemudikan sertifikat guru, seperti sertifikasi guru. Kasihan guru yang mengikutinya jika tidak terkait dengan jenjang karir. Mengenai belajar, kita belajar dari semua pengalaman.

Apalagi guru swasta dan non-PNS. Mereka lelah belajar selama 9 bulan dan hanya dihadiahi sertifikat. Padahal, untuk non-PNS, sertifikat tidak berguna untuk nilai kredit. Masih hanya tampilan.

Riduan Situmorang, guru bahasa Indonesia di SMAN 1 Doloksanggul, Humbang Hasundutan

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :