Sejarah Asal Mula Pohon Natal Sebagai Hiasan Natal Setiap 25 Desember

  • Whatsapp


Sejarah Asal Mula Pohon Natal Sebagai Hiasan Natal Setiap 25 Desember
Christmas deor home Christmas tree with gifts for the new year 2021 2022

Perayaan Natal dapat dilakukan dengan berbagai mavcam cara. Salah satunya adalah memajang dan menghias pohon Natal. Hiasan ini biasanya diambil dari pohon pinus, cemara, atau pohon imitasi yang banyak dijual di toko aksesoris. Pohon natal bisa dipajang di rumah, ruang pertemuan, gereja, atau pusat perbelanjaan dengan cara dihias menggunakan berbagai macam dekorasi. Di antaranya adalah bintang, kelap-kelip lampu, pita, mistletoe, boneka roti jahe, termasuk tumpukan kado yang penuh dengan bingkisan.

Meskipun pohon Natal merupakan bagian integral dari tanggal 25 Desember, bagaimana pohon itu menjadi begitu populer di seluruh dunia?

Banyak sumber yang menyebutkan pohon Natal berasal dari Jerman dan Inggris, termasuk diadaptasi dari kehidupan Mesir kuno. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa hiasan ini berasal dari Latvia dan Estonia, dua negara yang berbatasan langsung dengan Laut Baltik.

Dilansir dari National Geographic, kedua negara ini sama-sama mengklaim bahwa wilayah mereka pada zaman dahulu merupakan tempat lahirnya tradisi memajang pohon Natal. Menurut Latvia, pohon Natal berasal dari tahun 1510 ketika House of the Black Heads, serikat pedagang membawa sebatang pohon, menghiasinya, dan membakarnya. Sementara itu, Estonia mengklaim bahwa perayaan yang disebutkan oleh Latvia diadakan pada tahun 1441 oleh perkumpulan yang sama.

Bisa jadi pohon Natal yang Anda kenal sekarang juga berasal dari wilayah Prancis yang diklaim sebagai wilayah Jerman, yakni Alsace pada abad ke-16. Ini mengacu pada catatan sejarah bahwa pohon Natal ditanam pada tahun 1593 di Katedral Strasbourg. Penanaman pohon natal kemudian meluas ke daerah lain dan pada tahun 1554 kota Freiburg mengeluarkan larangan menebang pohon untuk natal. Profesor studi agama dari University of Sydney, Carole Cusack, juga menjelaskan bahwa Martin Luther juga memiliki andil dalam mempopulerkan pohon Natal.

Sedangkan Martin Luther adalah seorang pembaru Protestan yang lahir di kota Eisleben, Jerman pada tahun 1483. Disebutkan bahwa Martin Luther dianggap sebagai orang yang mempopulerkan tradisi menyalakan pohon Natal. Saat itu ia menggunakan lilin dan tradisi ini ditularkan oleh para pendatang dari Jerman ke negara lain. Cusack mengatakan, dari sanalah pohon Natal menyebar ke seluruh Eropa pada abad ke-18.

Tak berhenti di tangan para imigran Jerman, kepopuleran pohon Natal kemudian dilanjutkan oleh Ratu Charlotte. Sementara itu, Ratu Charlotte memutuskan menikah pada pertengahan abad ke-18 dengan Raja George III. Dari sana, sang Ratu membawa tradisi memajang pohon Natal ke dalam keluarga kerajaan. Namun, dekorasi ini semakin populer ketika Illustrated London News menerbitkan ilustrasi pada tahun 1848. The Illustrated London News menerbitkan ilustrasi Ratu Victoria dan Pangeran Albert bersama keluarga kerajaan berkumpul di dekat pohon Natal yang dihias. Dari situlah tradisi memajang pohon Natal semakin populer dan menyebar ke negara lain.

Sebelum dikaitkan dengan Natal, tradisi memasang pohon cemara ternyata sudah dilakukan oleh masyarakat pada zaman dahulu. Dikutip dari Parade, masyarakat kala itu percaya bahwa Matahari adalah dewa. Saat musim dingin tiba, dewa menjadi sakit tetapi ada harapan matahari akan bersinar kembali berkat simbolisme pepohonan yang tumbuh subur. Orang-orang di Mesir kuno, Cina, dan Yudaisme juga melihat pohon sebagai simbol kehidupan. Bahkan, pohon itu dipandang orang Eropa sebagai simbol kehidupan baru dan kesuburan sebelum Natal dirayakan.

Pohon natal kemudian tiba di Amerika sekitar abad ke-18, namun pada tahun-tahun sebelumnya telah dibawa oleh imigran dari Jerman. Namun, kelompok puritan (orang yang mengutamakan kesucian dalam beragama) sempat melarang tradisi ini. Mereka percaya bahwa memasang dan mendekorasi pohon Natal ada hubungannya dengan paganisme dan berhala. Sampai-sampai, pada tahun 1659 sebuah undang-undang disahkan oleh Pengadilan Massachusetts bahwa perayaan Natal selain kebaktian gereja merupakan pelanggaran. Orang yang memajang dekorasi Natal, termasuk pohon Natal, akan didenda karena melanggar.

Demikian informasi mengenai sejarah asal mula Pohon Natal.

Related posts