Stunting Adalah Apa? Simak Arti dan Penjelasan Stunting yang Berkaitan dengan Pertumbuhan Anak

Pengertian stunting mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat. Stunting sendiri erat kaitannya dengan kondisi tumbuh kembang anak.

Dikutip dari kemkes.go.id, stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama, sehingga mengakibatkan gangguan tumbuh kembang pada anak.

Kondisi stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah atau lebih pendek (pendek) dari usia standar.

Malnutrisi sejak dalam kandungan juga mengakibatkan gangguan pertumbuhan otak dan organ lainnya, yang meningkatkan risiko terkena diabetes, hipertensi, dan masalah jantung.

Seringkali kondisi stunting pada anak dikaitkan dengan faktor keturunan atau faktor genetik dari kedua orang tuanya.

Akibatnya, banyak orang hanya setuju dengan ini tanpa mengambil tindakan pencegahan.

Faktanya, genetika adalah penentu kesehatan yang paling tidak berpengaruh jika dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan, dan perawatan kesehatan.

Artinya stunting merupakan masalah kesehatan yang dapat dicegah.

Ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting pada anak, yaitu perbaikan pola makan, pola asuh, dan perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

1. Pola Makan

Kondisi stunting pada anak salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam.

Dalam masa pertumbuhan, anak-anak membutuhkan banyak asupan sumber protein selain tetap mengonsumsi buah dan sayur.

Satu porsi makan hendaknya setengah piring diisi dengan sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein dalam porsi lebih banyak daripaa karbohidrat.

2. Pola Asuh

Stunting pada anak juga dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang baik dalam praktik pemberian makan bagi bayi dan balita.

Pemahaman akan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin perlu diberikan kepada remaja sebagai calon ibu.

Pemeriksaan kandungan empat kali selama kehamilan juga perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi janin.

Dalam hal menyusui, seorang hendaknya melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan berupaya agar bayi mendapat colostrum air susu ibu (ASI).

Ibu harus memberikan ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan. Setelah itu, pemberian ASI boleh dilanjutkan sampai usia 2 tahun dengan didampingi makanan pendamping ASI.

Pertumbuhan anak juga perlu dipantau dengan membawanya ke Posyandu setiap bulan.

Selain itu, anak juga perlu mendapatkan imunisasi yang bisa dilakukan di Posyandu atau Puskesmas dengan tapa biaya.

3. Sanitasi dan Akses Air Bersih

Stunting juga dipengaruhi oleh rendahnya akses sanitasi dan air bersih yang mendekatkan anak pada risiko penyakit infeksi.

Oleh karena itu, mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air sembarangan perlu dibiasakan kepada anak dan orang tua.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :