Subsidi Upah, Ini Syarat & Nominal BSU untuk Pekerja Gaji Di Bawah Rp 3,5 Juta

Jakarta. Kabar gembira bagi para pekerja dan pekerja. Pekerja dan pekerja golongan tertentu akan mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Pemerintah kembali berencana memberikan BSU kepada pekerja yang berpenghasilan kurang dari Rp 3,5 juta per bulan. Demikian disampaikan Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dalam keterangan pers Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, Senin (4/4/2022). “Ada arahan dari Presiden tentang Program Bantuan Subsidi Upah yang akan terus difinalisasi,” ujarnya.

Berikut jadwal, persyaratan penerima, dan skema pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2022:

Persyaratan penerima BSU 2022

Menurut rencana, penerima program Bantuan Subsidi Upah (BSU) adalah buruh dan pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta/bulan. Diperkirakan jumlah tenaga kerja yang lolos sebagai penerima BSU 2022 sebanyak 8,8 juta orang.

Airlangga mengatakan, pengumuman subsidi upah ini akan dilakukan dalam waktu dekat. “Kemungkinan dalam waktu dekat akan diumumkan,” tambahnya.

Besaran bantuan BSU 2022

Airlangga mengatakan, pemerintah akan segera menyalurkan subsidi upah (BSU) bagi pekerja dengan gaji Rp. 3,5 juta. Nantinya, setiap penerima akan mendapatkan bantuan senilai Rp. 1 juta.

“Ada program baru yang diarahkan Presiden, yakni bantuan subsidi upah untuk gaji di bawah 3,5 juta, besarnya 1 juta per penerima,” kata Airlangga usai menghadiri rapat kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/05). 4/2022). ).

Berdasarkan target tenaga kerja dan besaran bantuan yang diberikan, pemerintah akan mengucurkan Rp 8,8 triliun untuk Program Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Jadwal pencairan BSU 2022

Sekjen Kementerian Tenaga Kerja Anwar Sanusi mengatakan Program Bantuan Subsidi Upah yang ditujukan kepada pekerja akan dicairkan pada April 2022. Anwar menambahkan pihaknya saat ini sedang melakukan serangkaian koordinasi terkait keputusan tersebut.

Bahkan, Kementerian Tenaga Kerja juga membahas besaran Bantuan Subsidi Upah yang akan diterima pekerja. Besaran nominal Bantuan Subsidi Upah akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan pemerintah. “Ini baru kemarin, jadi kami akan segera koordinasikan terkait keputusan tersebut agar bisa segera kami lakukan, sesuai dengan koridor dan peraturan yang ada,” jelas Anwar kepada, (5/4/2022).

Skema pencairan BSU 2022

Sebelumnya, Anwar memastikan Program Bantuan Subsidi Pengupahan (BSU) akan dilanjutkan pada 2022. Pada 2022 dan 2021, pemerintah telah memberikan Program BSU kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Jumlah yang diterima saat itu adalah Rp. 600 ribu.

Tahun ini, pemerintah menambah jumlah tenaga kerja penerima Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan juga menambah jumlah nominal yang diberikan. Nantinya, Program Bantuan Subsidi Upa akan dilakukan melalui skema Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selain membahas Program Bantuan Subsidi Upah, Kementerian Tenaga Kerja juga masih sibuk membahas kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan segera diputuskan.

Anwar memastikan kedua kebijakan itu akan selesai tepat waktu sehingga bisa diumumkan ke publik. “Bantuan Subsidi Upah ini akan disampaikan jika sudah selesai,” ujarnya.

Namun, pihaknya saat ini sedang mengupayakan kebijakan teknis pelaksanaan THR yang akan diterbitkan dalam waktu dekat.

BSU sebagai bagian dari pemulihan ekonomi nasional 2022

Airlangga mengatakan, pemberian Program Bantuan Subsidi Upah bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp. 3,5 juta merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022. Per 1 April 2022, Airlangga melaporkan dana PEN senilai Rp. 29,3 triliun telah terealisasi. .

Namun realisasi dana tersebut baru mencapai 6 persen dari total anggaran, yakni Rp 455,62 triliun. Rincian dana PEN yang telah direalisasikan antara lain Rp 1,55 triliun untuk kesehatan, Rp 22,7 triliun untuk perlindungan masyarakat, dan Rp 5 triliun untuk penguatan ekonomi.

Dana kesehatan yang dimaksud antara lain penguatan dan perluasan vaksinasi, serta melanjutkan penanganan pandemi hingga pemberian insentif kepada tenaga kesehatan.

Sedangkan dana yang digunakan untuk perlindungan masyarakat antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), sembako, bantuan langsung tunai desa (BLT), bantuan pedagang kaki lima, warung dan nelayan. Terakhir, dana penguatan ekonomi difokuskan untuk mendukung penciptaan lapangan kerja dan mendorong pemulihan ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Demikian informasi mengenai rencana pencairan dan syarat bantuan subsidi upah (BSU) bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp. 3,5 juta per bulan. Semoga BSU ini bisa cair sebelum Lebaran tiba.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :