Viral! Makanan Daechang Lemak Usus Sapi Korean Selatan Bikin Ngiler

  • Whatsapp


Viral! Makanan Daechang Lemak Usus Sapi Korean Selatan Bikin Ngiler

Baru-baru ini, Daechang alias lemak usus sapi Korea Selatan menjadi viral. Hidangan ini biasanya muncul dalam video mukbang YouTuber Negeri Ginseng itu.

Makanan ini tentu membuat orang Indonesia penasaran. Salah satunya TikToker wanita ini, dia rela pergi ke restoran di Korea langsung untuk mencoba makanan viral ini.

Read More

Diunggah ke akun TikTok shaniamelia, tentunya sebagai warga TikTok sangat penasaran dengan makanan viral yang sering berseliweran di timeline-nya.

Video tersebut pertama kali memperlihatkan penampilan restoran dengan nuansa Korea Selatan yang kental. Saat duduk dan mengambil menu makanan, pemilik akun dan temannya langsung memesan Daechang.

Di sela-sela menunggu pesanan datang, para TikToker malah dibuat fokus pada toples berisi rambut kuncir kuda. Rambut ponytail biasanya sengaja disediakan oleh beberapa restoran untuk pelanggan yang datang dengan rambut tergerai.

Konsep resto ini seperti barbaequan. Setelah pesanan datang, mereka langsung memanggang Daechan yang sudah dibumbui.

Ketika usus sapi dimasak, pemegang akun segera melahapnya dan memberikan ekspresi yang tidak terduga. Ia mengaku rasanya sangat enak.

“Ini teksturnya juicy banget sih,” katanya di sela-sela mengunyah.

Saking enaknya, TikTokers dan beberapa temannya langsung menambah porsi makan Daechang ini.

Unggahan video tersebut lantas menarik perhatian netizen untuk berkomentar. Beragam komentar pun memenuhi unggahan video tersebut.

“kaya gajih gt ga sih teksturnyaa?”.

“Pen bgt makan daechang, sering lihat di youtube mukbang gitu”.

“Liat ini jadi ngiler parah, mau banget makan Daechang,” komentar seorang warganet.

“Ini teksturnya kayak gajih sapi nggak sih kak?” tanya warganet lain.

Pertanyaan itu pun langsung ditanggapi oleh si pemilik akun. “Iya mirip, cuma ini kayak tetelan sapi tapi versi gemoy,”

“Jadi semakin penasaran sama rasanya,” tambah komentar dari salah satu warganet.

Related posts