Waspada Peredaran Uang Palsu, Bisa Lolos Transfer Tunai Hingga Kemiripan Mencapai 90%

Seorang pelatih bulu tangkis di Kabupaten Garut, berinisial A alias D (47) ditangkap polisi karena memiliki dan mengedarkan uang palsu. Dalam kasus ini, aparat Polres Garut mengamankan puluhan ikat uang palsu senilai Rp. 2,3 miliar dalam Rp. pecahan 100 ribu.

Berikut beberapa fakta soal uang palsu tersebut:

1. Kasus Terungkap Berkat Laporan Masyarakat

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat pada 16 November 2022 yang menyebutkan adanya dugaan peredaran uang palsu di kawasan Desa Calincing, Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan untuk menangkap tersangka.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan dari tersangka A alias D, kami mendapati satu kotak besar terdapat sejumlah uang Rp100 ribuan sebanyak 23 bundel atau senilai Rp2,3 miliar,” kata AKBP Wirdhanto Hadicaksono, dalam konferensi pers di Mapolres Garut, Minggu 20 November 2022.

2. Dua Orang Pelaku Ditangkap

Dalam kasus ini, tersangka menggunakan keris oleh tersangka A alias D sebagai bagian dari praktik peredaran uang palsu dengan modus penggandaan uang. Dari pelatih bulutangkis ini, polisi berhasil mengungkap produsen yang memproduksi uang palsu.

“Kami amankan juga seorang tersangka lain, yakni tersangka DF umur 52 tahun, warga Kabupaten Bandung, yang berperan memproduksi uang palsu. Jadi tersangka A alias D ini memesan uang palsu ke tersangka DF,” ujar Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono.

Dari DF, petugas menyita sejumlah peralatan untuk membuat uang palsu, seperti printer, tinta, kertas, mesin hitung uang, hingga alat sinar ultraviolet untuk memeriksa uang. Menurut Kapolres Garut, DF yang berprofesi sebagai tukang sablon itu bertindak jika ada perintah.

3. Terima Pesanan Bikin Uang Dolar Hingga Euro

“Kami masih menyelidiki siapa saja yang memesan uang palsu terhadap DF ini, dengan melakukan koordinasi dengan satuan kepolisian dari daerah lain. Sebab, DF ini juga rupanya melayani pemesanan pembuatan uang palsu dari negara lain, seperti Dollar Australia hingga mata uang Euro,” kata Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono.

4. Bisa lolos lewat screening Rekening Bank Via Transfer Tunai

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan uang palsu yang dihasilkan tersangka DF memiliki akurasi 90% mirip dengan uang asli. Padahal, uang palsu ini hanya bisa dideteksi dengan alat ultraviolet dan bisa lolos jika masuk ke rekening bank melalui sistem transfer tunai.

5. Pelaku Diancam dengan Kehidupan di Penjara

Menurut pengakuan DF, ia telah berkecimpung dalam bisnis pembuatan uang palsu selama setahun. Total seluruh barang bukti dalam kasus uang palsu mencapai Rp. 3 miliar.

“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 244 KUHP dan atau Pasal 245 KUHP dan atau Pasal 26 ayat 3 nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Ancaman hukuman penjara paling lama seumur hidup dan pidana denda paling banyak Rp100 miliar,” kata Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono.

Ikuti berita Ramal.id hari ini, terbaru dan terkini. Anda bisa bergabung mengikuti Ramal.id di Google News pada tautan ini.

Kamu juga Bisa Membaca Ramalan ini :